Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Technorati button
Reddit button
Myspace button
Linkedin button
Webonews button
Delicious button
Digg button
Flickr button
Home
Jul 31
Saturday

Bertahan sampai Akhir

Bertahan sampai Akhir

Mahkota yang disediakan Allah hanya dapat diraih oleh orang – orang yang mampu bertahan sampai akhir.
Seorang olahragawan, akan berhasil meraih juara setelah ia mampu mengalahkan semua lawannya dalam pertandingan.
Tetapi sadarkah kita, sering kali kita belum menyelesaikan pertandingan sampai akhir namun sudah menuntut mahkota.
Didalam kekristenan, kemenangan atau mahkota adalah pasti; tetapi mahkota tersebut akan kita raih setelah kita berhasil bertahan sampai akhir dan bukan diraih ketika kita masih berada ditengah-tengah perlombaan. Orang yang dapat meraih kesuksesan bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang tidak pernah menyerah.

Hal – hal yang dapat menghambat kita untuk dapat bertahan sampai akhir adalah :
1. Kekecewaan
Kekecewaan seringkali timbul di saat masalah tengah terjadi karena meskipun sudah berdoa, tetapi Tuhan belum menyatakan pertolonganNya.
2. Menyerah di Tengah Jalan
Walaupun kemenangan itu pasti, tetapi tidak sedikit orang yang sudah menyerah di tengah pertandingan imannya.
Karena itu jangan menyerah tetapi bertahanlah sampai akhir maka kita akan meraih kemenangan.
3. Ketika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri
Seorang yang mengandalkan dirinya sendiri mustahil dapat bertahan hingga akhir, karena kekuatan kita terbatas (Yesaya 17:5-8).
Setiap kita pasti dapat bertahan hingga akhir jika mengandalkan kekuatan Allah, sebab Allah memiliki kekuatan yang tak terbatas.
4. Ketidakmampuan kita dalam menghadapi peperangan
Ketidakmampuan kita dalam menghadapi peperangan menjadi faktor penyebab ketidakberhasilan kita untuk dapat bertahan sampai akhir.
Karena didalam peperangan ada dua hal yang dibutuhka, yaitu kekuatan dan kepandaian.
Artinya didalam kekristenan kita butuh kekuatan untuk berjuang namun juga butuh hikmat kepandaian.
Itulah sebabnya seberat apapun perjuangan kita, Majulah Terus sebab kita pasti meraih kemenangan (Mazmur 26:6).

Bertahanlah sampai akhir, sebab kita pasti akan meraih kemenangan, mahkota dan meraih berkat – berkat yang telah Tuhan sediakan.
Di dalam peperangan jangan sampai menjadi kecewa, jangan mau menyerah kalah, serta teruskanlah mengandalkan kekuatan Tuhan.
Maju terus dalamperjuangan iman sebab Roh yang ada didalam kita jauh lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.
Bersama Yesus kita pasti melihat dan mengalami kemenangan besar. (Amin)

“…hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (Efesus
6:10)

Archives

Categories

Calendar

July 2010
M T W T F S S
« Feb    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Recent Comment

Counter

  • 0Today:
  • 0Yesterday:
  • 0Total:

Most Recent Visitors

Tag

Tuhan di hidupku

di telapak tanganMu
tertulis namaku
di dalam genggamanMu
seluruh hidupku

sungguh bangga ku punya Bapa sepertiMu
yang tak pernah melupakanku

di tengah badai hidup
Kau menemaniku
di atas gunung batu
Kau bawa diriku

sungguh bangga ku punya Bapa sepertiMu
yang tak pernah meninggalkanku

kunyatakan Engkau
Tuhan di hidupku
Tuhan di setiap ucapan
dan perbuatanku

kunyatakan Engkau
Tuhan di hidupku
Tuhan yang s’lalu kusembah
di setiap nafasku

Last Updated on Friday, 5 February 2010 04:30

Budaya Hang Out pada Anak

Pada kalangan dewasa, hang out menjadi media untuk bersosialisasi atau meeting dengan rekan kerja. Menjamurnya tempat-tempat yang nyaman untuk berkumpul bersama rekan dan kolega, seperti restoran, mal dan kafe mendorong kebiasaan ini menjadi sebuah kebutuhan. Kini, budaya ini telah memasuki komunitas kecil karena pengaruh kehidupan sosial yang terbiasa berkumpul di tempat-tempat tertentu layaknya orang dewasa.

Menurut konselor pendidikan dari Universitas Paramadina, Fatchiah Kertamuda MSc, hang out diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan bersama teman sebaya maupun keluarga untuk rileksasi ataupun bersenang-senang. Pada dasarnya anak belum mengerti benar arti dari hang out. Di dalam benak anak, hang out diartikan sebatas pergi dan bersenang-senang bersama. Kegiatan belajar bersama atau bermain di rumah teman pun dikategorikan sebagai kegiatan hang out.

Kebutuhan kegiatan hang out pada anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Anak belum memiliki konsep kebutuhan layaknya orang dewasa. Mereka hanya mengikuti kebiasaan orang dewasa seperti mengobrol atau bersenda gurau di kafe, mal dan restoran. Namun, sebenarnya pada anak usia tertentu memang membutuhkan kegiatan untuk bersosialisasi. Hang out bisa jadi media untuk memenuhi tugas perkembangan anak. ”Mulai usia 7-8 tahun, anak belajar bergaul dengan teman sebaya, lebih mandiri, membentuk sikap terhadap kelompoknya, serta mengembangkan nurani, moralitas, dan sikap,” kata Fatchiah.

Psikolog perkembangan anak dari UI, Luth Savitri Msi,juga mengungkapkan kebersamaan dengan teman-teman menjadi hal penting bagi anak terutama di usia 9-10 tahun. Pada masa ini, anak ingin mencari tahu lingkungan di luar keluarga dan rumahnya, salah satu caranya hang out bersama teman. ’’Jadi jangan kaget jika terkadang anak terkesan suka membangkang atau memberontak karena pengaruh teman lebih besar dibandingkan orangtua,’’ ujarnya.

Savitri menambahkan, Anak bisa mulai hang out tergantung dari lingkungan sosialnya, sejak kapan orangtua mengizinkan anak bersosialisasi bersama teman-temannya. Akan berbeda antara anak yang dibesarkan di lingkungan yang memiliki izin keluar rumah bersama teman-teman sejak SD, SMP, SMA, atau bahkan kuliah. Jika pada usia SD anak sudah diizinkan, maka budaya ini tentu lekat dan tidak asing dalam dirinya kelak, sehingga seringkali dijadikan kebutuhan oleh anak.

Melalui hang out, lanjut Savitri, anak juga dapat memastikan identitas dirinya, yaitu apakah tergolong populer atau tidak. Untuk masuk ke kelompok tertentu tak jarang anak akan memenuhi persyaratannya yang sering disebut dengan conformity. Alasan anak menyukai hang out, karena adanya perasaan kebersamaan bersama teman-teman. Mereka bisa sharing apapun tanpa takut dihakimi. ”Anak pun beranggapan dirinya sudah mampu menentukan pilihan, sehingga terkadang aturan dirasakan mengganggu. Sedangkan teman tidak memberikan aturan,” paparnya.

Ditambah lagi, anak bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan orang lain serta merasa bebas melakukan kegiatan apapun. Umumnya kegiatan hang out yang biasa anak lakukan antara lain, makan dan minum di restoran cepat saji sambil mengobrol atau tukar menukar barang koleksi, menonton di bioskop, belanja, dan main games.  ”Hang out dirasa anak sebagai salah satu kebutuhan tahapan perkembangan, yaitu kebutuhan sosialisasi dan autonominya,” kata Savitri.

Pengaruh Teman VS Kekhawatiran Orangtua

Kegiatan berkelompok ini juga sangat mempengaruhi perkembangan sosial anak antara lain keinginan anak menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Melalui hubungan dengan teman sebaya, anak akan belajar berpikir secara mandiri, mampu mengambil keputusan, serta menerima pandangan dan nilai-nilai selain dari lingkungan keluarga. Untuk diterima dalam lingkungannya, anak akan mempelajari pola perilaku yang diterima kelompoknya.”Melalui kegiatan ini maka akan terjadi transfer nilai baik hal-hal positif hingga yang bersifat negatif, ” kata Fatchiah.

Tak jarang pula hal ini dapat mempengaruhi konsep diri anak. Apabila hang out tidak memberikan makna pada anak maka akan menyebabkan anak tidak nyaman dengan kelompoknya, misalnya minat atau kebiasaan dalam kelompoknya tidak sesuai dengan minatnya. Anak pun merasa ditolak dan tidak merasa diterima dalam kelompoknya. Alhasil, anak kesulitan menyesuaikan diri. ”Seringkali anak takut tidak diakui oleh teman-temannya sehingga akan berusaha mengikuti peraturan dalam kelompoknya meskipun buruk,” tambah Fatchiah.

Fatchiah juga menyayangkan pilihan tempat hang out anak yang belum sesuai dengan tahapan perkembangannya seperti kafe, atau restoran. Penyebabnya, tempat-tempat tersebut umumnya lebih besar dimasuki komunitas orang dewasa dibanding anak-anak. Sehingga anak-anak pun semakin dekat dengan kebiasaan orang dewasa seperti merokok dan sebagainya. Sebab itu, orangtua harus mengamati pilihan tempat hang out anak. Sebaiknya pilih tempat yang memang memiliki unsur edukasi dan sesuai untuk anak-anak, misalnya sanggar kesenian, kebun binatang, arena bermain, dan sebagainya.

Pilihan tempat dan kegiatan hang out yang salah dapat menimbulkan kekhwatiran pada orangtua. Rasa khawatir disebabkan anak akan terpengaruhi hal-hal yang buruk. Akibatnya orangtua membatasi ruang gerak anak dalam bersosialisasi. ”Ketakutan juga dikarenakan orangtua memiliki harapan tersendiri pada anak, jikalau anak tidak mencapai atau sesuai dengan norma keluarga, maka akan menimbulkan kekecewaan,” sebut Fatchiah.

Orangtua perlu menyikapi ketakutan dengan bijaksana. Sebaiknya pahami dulu kebutuhan anak dalam membina hubungan dengan teman-temannya. Caranya dengan memahami kondisi, kebiasaan, dan kegiatan yang dilakukan anak. Hang out bisa mengarah ke hal negatif jika orangtua tidak memantaunya. Coba libatkan diri dalam kegiatan hang out anak bersama teman-temannya. Jikalaupun anak tidak mengizinkan, orangtua bisa pergi dan pulang bersama anak. ”Yang terpenting, orangtua mengkomunikasikan alasan tindakannya. Jadi anak juga tidak merasa terkekang atau dimata-matai,” jelas Savitri.

Fatchiah mengatakan, sebenarnya kekhawatiran orangtua bisa ditekan, karena hang out juga berdampak positif bagi anak. Misalnya, anak belajar setia terhadap kelompok, menyesuaikan diri, bekerjasama, belajar bersaing sehat dan sportif. Banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan anak antara lain kegiatan seni. ”Anak akan bergabung dengan komunitas hang out yang umumnya memiliki satu kesamaan atau identik baik itu minat, hobi, pola pikir dan sebagainya,” terangnya.

Menurut Fatchiah, pola hang out menjadi cerminan pribadi serta bisa dijadikan indikator karakter dan kebiasaan anak. Jika anak bergaul dengan teman-teman yang memiliki prestasi, maka bisa dipastikan anak juga memiliki keinginan berprestasi, berperilaku dan konsep diri yang positif. ”Kelompok hang out anak merupakan pilihannya sendiri, orangtua bisa menilai karakter anak secara tak langsung dari kelompok teman-temannya,” ujarnya.

Bahkan kebiasaan hang out anak merupakan cerminan pola asuh orangtua. Ini disebabkan nilai-nilai dalam keluarga akan mengarahkan anak dalam membuat pilihan termasuk memilih komunitas dan kegiatan bergaulnya. Sehingga, jangan lekas salahkan anak jika bergaul dengan lebih banyak teman yang berperilaku negatif. ”Mungkin saja, anak merasa ada kesamaan latar belakang pola asuh keluarganya dan memiliki ’teman’ ,” kata Fatchiah.

Savitri menambahkan, walaupun di masa ini teman memberikan pengaruh yang besar, nilai keluarga akan tetap dipegang anak apabila dikomunikasikan secara tepat. Coba diskusikan tentang baik buruknya suatu aktivitas, misalnya apabila anak mencoba narkoba atau seks bebas.  Sehingga akan lebih efektif daripada anak dilarang pacaran atau berteman tanpa pemberian penjelasan.

Ciptakan Hang Out Sehat untuk Anak

Karena kebutuhan untuk berteman memang merupakan bagian dari tahap perkembangannya, maka orangtua bisa melakukan beberapa hal yang membuat kekhawatiran berkurang. Intinya adalah mulai berikan kebebasan yang bertanggung jawab. Hal ini bisa efektif dilakukan apabila komunikasi antara orangtua dan anak berlangsung baik:

1.  Kenali anggota-anggota komunitas anak. Jika perlu, bertemanlah dengan orangtua dari mereka.Tanyakan pada anak melalui komunikasi layaknya teman anak.
2.  Mengetahui tempat-tempat favorit mereka.
3.  Untuk anak yang lebih muda, disarankan untuk menyertai mereka. Akan lebih mudah diterima anak apabila orangtua bergantian menyertai.
4.  Berikan aturan main kepada mereka, misalnya kapan saja boleh hang out dan waktu pulang.
5.  Yang paling penting ada bangun relasi yang baik dengan anak sejak awal. Hal ini memudahkan orangtua berkomunikasi dan berdiskusi dengan anak, baik tentang harapan dan aturan.

Last Updated on Monday, 1 February 2010 01:27

Tuhan Pasti Sanggup

kuatkanlah hatimu
lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus slalu menopangmu
jangan berhenti harap padaNya

Tuhan pasti sanggup
tanganNya takkan terlambat
tuk mengangkatmu

Tuhan masih sanggup
percayalah…
Dia tak tinggalkanmu

Percayalah…
Dia kan mengangkatmu

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 03:01

Nomor Telepon Darurat

Nomor telepon yang dapat anda hubungi ketika anda dalam keadaan darurat :

1. Ketika dalam penderitaan, Teleponlah Yohanes 14
2. Kalau anda ingin berhasil, Teleponlah Yohanes 15
3. Ketika engkau berada dalam dosa, Teleponlah Mazmur 51
4. Ketika engkau khawatir, Teleponlah Matius 6 : 19–34
5. Ketika engkau berada dalam keadaan bahaya, Teleponlah Mazmur 91
6. Ketika Tuhan seakan sangat jauh darimu, Teleponlah Mazmur 139
7. Ketika imanmu perlu dikobarkan, Teleponlah Ibrani 11
8. Ketika kau merasa sendiri dan ketakutan, Teleponlah Mazmur 23
9. Ketika engkau merasa kecil dan tidak berarti, Teleponlah Roma 8 : 31
10. Ketika anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian, Teleponlah Mazmur 121
11. Ketika engkau ingin keteguhan hati untuk melaksanakan suatu tugas, Teleponlah Yosua 1
12. Bagaimana cara bersahabat dengan rekan seiman, Teleponlah Roma 12
13. Ketika kau berpikir untuk investasi / keuntungan , Teleponlah Markus 10
14. Ketika engkau mengalami depresi, Teleponlah Mazmur 27
15. Ketika dompetmu kosong, Teleponlah Mazmur 37
16. Ketika kau kehilangan kepercayaan kepada orang lain, Teleponlah 1 Korintus 13
17. Jika orang lain kelihatan tidak bersahabat , Teleponlah Yohanes 15

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 09:47

Tripang

Tripang (Haisom)

Haisom menyehatkan tubuh, bisa dibuat aneka masakan lezat. Mengandung banyak vitamin dan mikronutrien, asam sulfur chondroitin, protein, lemak, yodium, Rasanya asin, bisa membuat wajah anda lebih berseri-seri, rambut menjadi hitam, menambah darah menyegarkan kulit, memperkuat energi dan memelihara ginjal, serta mengkokohkan sari pati kehidupan. (Ruilifeminine. net/foe).

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 09:46

7%

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya.

Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu. Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA” Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama.

Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut. Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?” Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik” “Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”

Diperkirakan bahwa 93% pembaca tidak akan mensharingkan cerita ini. Bila anda termasuk sisa 7% yang akan mensharingkannya, lakukanlah dengan memberi judul 7% pada titlenya.
Saya termasuk yang 7% tadi, ingatlah saya akan selalu ada untuk berbagi sendok dengan anda!

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 09:45

Buah Prem hitam

Buah Prem hitam

Bisa untuk membuat bermacam-macam rangkaian buah, camilan dan selai. Jika setelah makan nasi sering mengkonsumsi sedikit buah prem hitam , lambat laun bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit kepala seperti gatal-gatal, rambut rontok, ketombe yang merisaukan. Buah prem yang beraneka warna, semuanya mempunyai ciri khas dengan rasa yang manis harum dan empuk, enak dimakan , banyak mengandung pengurai asam animo, protein, serat dan lain sebagainya. Sinshe Tiongkok mengatakan buah prem hitam dapat membersihkan liver (hati), menghilangkan panas dan melancarkan peredaran darah , menghasilkan sari pati hidup.

Last Updated on Tuesday, 26 January 2010 09:44

Jamur Kuping hitam

Jamur Kuping hitam

Dapat dibuat sebagai sari buah dan jamur kuping, kuah jamur kuping, kuah bidara China merah jamur kuping , sapo bebek jamur kuping, kuah asam manis jamur kuping dan lain sebagainya.
Jamur kuping bisa mengurangi dahak, memperkuat energi bermanfaat bagi kecerdasan, menghilangkan kekeringan mengkuatkan tubuh, menyuburkan rambut, melancarkan darah, merawat lambung, dan yang lebih penting dapat menyapu bersih aneka macam sampah beracun di dalam tubuh anda.

Last Updated on Monday, 25 January 2010 03:17

Bertahan sampai Akhir

Bertahan sampai Akhir

Mahkota yang disediakan Allah hanya dapat diraih oleh orang – orang yang mampu bertahan sampai akhir.
Seorang olahragawan, akan berhasil meraih juara setelah ia mampu mengalahkan semua lawannya dalam pertandingan.
Tetapi sadarkah kita, sering kali kita belum menyelesaikan pertandingan sampai akhir namun sudah menuntut mahkota.
Didalam kekristenan, kemenangan atau mahkota adalah pasti; tetapi mahkota tersebut akan kita raih setelah kita berhasil bertahan sampai akhir dan bukan diraih ketika kita masih berada ditengah-tengah perlombaan. Orang yang dapat meraih kesuksesan bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang tidak pernah menyerah.

Hal – hal yang dapat menghambat kita untuk dapat bertahan sampai akhir adalah :
1. Kekecewaan
Kekecewaan seringkali timbul di saat masalah tengah terjadi karena meskipun sudah berdoa, tetapi Tuhan belum menyatakan pertolonganNya.
2. Menyerah di Tengah Jalan
Walaupun kemenangan itu pasti, tetapi tidak sedikit orang yang sudah menyerah di tengah pertandingan imannya.
Karena itu jangan menyerah tetapi bertahanlah sampai akhir maka kita akan meraih kemenangan.
3. Ketika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri
Seorang yang mengandalkan dirinya sendiri mustahil dapat bertahan hingga akhir, karena kekuatan kita terbatas (Yesaya 17:5-8).
Setiap kita pasti dapat bertahan hingga akhir jika mengandalkan kekuatan Allah, sebab Allah memiliki kekuatan yang tak terbatas.
4. Ketidakmampuan kita dalam menghadapi peperangan
Ketidakmampuan kita dalam menghadapi peperangan menjadi faktor penyebab ketidakberhasilan kita untuk dapat bertahan sampai akhir.
Karena didalam peperangan ada dua hal yang dibutuhka, yaitu kekuatan dan kepandaian.
Artinya didalam kekristenan kita butuh kekuatan untuk berjuang namun juga butuh hikmat kepandaian.
Itulah sebabnya seberat apapun perjuangan kita, Majulah Terus sebab kita pasti meraih kemenangan (Mazmur 26:6).

Bertahanlah sampai akhir, sebab kita pasti akan meraih kemenangan, mahkota dan meraih berkat – berkat yang telah Tuhan sediakan.
Di dalam peperangan jangan sampai menjadi kecewa, jangan mau menyerah kalah, serta teruskanlah mengandalkan kekuatan Tuhan.
Maju terus dalamperjuangan iman sebab Roh yang ada didalam kita jauh lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.
Bersama Yesus kita pasti melihat dan mengalami kemenangan besar. (Amin)

“…hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (Efesus
6:10)

Last Updated on Monday, 25 January 2010 10:14

Belajar dari Sebotol Air

Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan itu sendiri.
Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.
Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah.
Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini?
Kita tidak menyadari sifat kehidupan itu sendiri.
Kita ingin mempertahankan suatu keadaan.
Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Master.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “OBAT
oleh Master Edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.

Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.”
Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.
Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.
Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur.
Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.
Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. “Maafkan aku, sayang.” ujarnya.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut.
Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali.
Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air.

Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan.

Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan.

Itulah jalan menuju ketenangan.”Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.

Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!! Hidup? Bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul? tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati……

Belajar dari Sebotol Air

Last Updated on Monday, 25 January 2010 10:12
Home